BUKU-BUKU KAMI

Sejak berkiprah di Kalimantan Barat, YPPN telah banyak melakukan kajian sosial dan antropologis, serta riset-riset, teruama yang terkait konflik di Kalimantan Barat.Berikut buku-buku yang pernah kami terbitkan.

HOPE

Pemuda putus sekolah ini, menjalani hari-harinya sebagai perambah hutan, nyaris tanpa harapan akan hari depan. Hanya menjalani,kata dia suatu ketika di Desa Teluk Bakung, Sungai Ambawang. Photo by Asmidi

PERAMBAH HUTAN

Karena hutan dan tanah mereka sekarang telah menjadi kawasan HP, para pemuda putus sekolah Sungai Ambawang ini merrambah sisa hutan di sepanjang Trans Kalimantan untuk melanjutkan hidup mereka. Photo by Asmidi.

PELATIHAN

Mereka adalah orang-orang yang kelak jadi pemimpin. Apabila sejak dini tidak ditanamkan pemahaman tentang saling menghargai dalam perbedaan dan pluralisme, kita tak dapat berharap dari generasi ini untuk bisa menjaga perdamaian di Kalbar. Photo Dok.

MENANAM KARET

Kelompok Muda Tani Palambon Pucuk Baguas (KTM-PPB) menggundang wartawan, photographer, Atlit, pekerja NGO, mahasiswa, bahkan ibu rumah tangga untuk menanam bibit karet di pusat pembibitan karet milik mereka.

BELAJAR BERSAMA

Untuk memahami dan mengerti bahwa perbedaan adalah kekayaan yang Tuhan anugerahkan, diperlukan proses belajar bersama. Generasi muda adalah pembawa tongkat pemahaman ini kelak.

Wartawan, Atlit, Mahasiswa dan Ibu Rumah Tangga Menanam Karet

Kalau petani menanam karet, itu sih  sudah biasa. Tapi kalau Wartawan, Phorographer, Atlit dan Ibu rumah tangga yang tinggal di kota menanam karet, ini baru berita!

Begitulah cara Kelompok Tani Muda Palambon Pucuk Baguas (KTM PPB), Loncek memasyarakatkan karet product mereka kepada publik, Minggu 22 Januari 2012 lalu. Tetamu dari  ibu kota Provinsi Kalimantan Barat itu diminta menanam pokok karet sebanyak yang mereka mampu di pusat pembibitan karet KTM PPB, di Kumbang Air 13, Dusun Loncek. Selangkapnya silahkan baca di sini